Sebuah blog yang berisi semua tentang perjuangan ngampus, perjuangan anak kos, informatics, teknologi, islami, info-info menarik dan masih banyak yang lainnya :D kunjungi terus blog ini gan !!! -------------------------------------------------------- Blog ini 90% Copy Paste dan 10% Tulisan Sendiri !

Senin, 19 Mei 2014

Android KitKat


11 Kelebihan Android 4.4 KitKat




Google akhirnya meluncurkan sistem operasi terbaru Android 4.4 KitKat bersama dengan Nexus 5 dalam konferensi pers di San Fransisco, Kamis (31/10) malam. Android KitKat membawa sejumlah pembaruan dibanding seri Android 4.3 Jelly Bean.

Namun, harapan tertinggi banyak orang kepada Google adalah mereka bisa menekan fragmentasi perangkat Android di pasar saat ini dengan menghadirkan sistem operasi yang bisa dipakai baik di perangkat kelas atas maupun kelas menengah.

Keinginan itu sedikit terobati karena Google menegaskan, Android KitKat hanya membutuhkan memory 512 MB atau 16 persen lebih kecil dibanding Jelly Bean. KitKat juga lebih hemat 12,9 persen dalam penggunaan piksel.

Ini artinya, perangkat kelas menengah yang menggunakan memory 512MB-1GB sudah bisa menjalankan Android KitKat. Dengan demikian, pengalaman penggunaan Android di perangkat murah dan mahal tak akan terlalu jauh berbeda.

Selama ini, produsen perangkat Android murah lebih memilih Android 2.3.3 Gingerbread karena lebih enteng untuk hardware berspesifikasi rendah. Perangkat Android murah ini sangat laris di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Berikut 11 fitur unggulan yang muncul di Android KitKat, seperti dilansir Itproportal, Selasa (5/11/2013).


1. Multitasking lebih cepat

KitKat bisa mengoptimasi memori dan meningkatkan kemampuan fitur layar sentuh. Google mengatakan bahwa KitKat menyediakan respons lebih cepat dan akurat ketimbang versi sebelumnya.

2. Dukung aksesibilitas lebih baik

Versi Android baru ini mendukung pengalaman aksesibilitas yang lebih baik dengan menambahkan preferensi untuk Closed Captioning. Untuk mengaktifkannya, pengguna bisa mengarahkan ke Pengaturan, Aksesibilitas, kemudian memilih Captions. Caption biasa digunakan sebagai keterangan pada foto.


3. Mudahkan akses file

Google mengatakan bahwa akses storage terbaru bisa membuat pengguna lebih mudah untuk menelusuri dan membuka dokumen, gambar dan file lainnya.


4. Memudahkan cetak dokumen

Android KitKat menyediakan kemudahan dalam mencetak dokumen melalui perangkat mobile. Google mengungkapkan, pengguna bisa mencetak file ke semua printer yang terhubung dengan Google Cloud Print serta printer HP ePrint dan printer lainnya yang memiliki aplikasi di Google Play Store.


5. Tingkatkan pengalaman membaca melalui eBook

Google menjanjikan sebuah pengalaman pembersih eBook pada KitKat. Dengan fitur ini, maka sistem secara otomatis menyembunyikan segala macam tampilan, kecuali gambar atau teks yang ingin Anda lihat. Google menambahkan, hanya tinggal menggeser tepi layar untuk membawa kembali tampilan status bar dan tombol navigasi


6. Dukung dua sensor baru

KitKat mendukung perpaduan dua sensor baru, yakni pendeteksi langkah dan penghitung langkah pengguna. Ini bisa berfungsi untuk mengubah perangkat Android Anda menjadi alat untuk mendukung kebugaran. Kabarnya, fitur ini tersedia pada Nexus 5 dan digunakan pada aplikasi seperti Runtastic.


7. Tingkatkan tampilan 'art'

Google merapikan User Interface untuk menampilkan elemen antarmuka lebih baik pada aplikasi. Google juga menjanjikan visual menyenangkan dan 'movie art' ketika perangkat Anda berada dalam posisi terkunci.


8. Smart Caller ID

Cara kerja aplikasi ini adalah untuk mendeteksi nomor telepon yang melakukan panggilan ke ponsel pengguna. Misalnya, jika ada panggilan yang masuk ke ponsel pengguna dan bukan dari daftar kontak, Caller ID akan menemukan dari perusahaan mana nomor tersebut berasal.


9. Kontak Prioritas

Dengan Android KitKat, sistem dapat mengetahui nomor kontak mana yang paling sering Anda hubungi. Anda juga bisa mencari tempat terdekat, mencari kontak Anda atau orang dalam domain Google Apps.


10. 'OK Google'

Dengan hanya mengatakan kata kunci "Ok Google" atau "Ok Google now", pengguna bisa mengoperasikan ponsel hanya dengan memerintah lewat suara tanpa menyentuhnya. Dengan fitur ini pengguna bisa melakukan panggilan telepon, petunjuk arah di Google Maps, pencarian di mesin pencari Google, dan berbagai aplikasi lain.


11. Pemusatan pesan SMS dan MMS

Aplikasi Hangouts baru di KitKat akan menyentralisasikan semua pesan SMS dan MMS di samping percakapan dan video calls. Dengan versi Android terbaru ini, pengguna juga bisa berbagi informasi mengenai lokasi pengguna dan mengirimkan gambar animasi berformat GIF.



Sumber : http://www.transiskom.com/2013/11/11-kelebihan-android-44-kitkat.html

Senin, 28 April 2014

UIN Sunan Kalijaga Wisuda 797 Orang Sarjana




Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. H. Musa Asy’arie mengatakan, tahun 2015 nanti, Indonesia memasuki era pasar bebasASEAN (ASEAN Free Trade Agreement).Era itu dibarengi keadaan negri ini yang surplus demografi (tenaga kerja usia produktif melimpah). Sementara saat ini telah banyak tenaga kerja asing yang menjadi ekspatriat ke Indonesia . Kondisi ini, tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi lulusan perguruan tinggi untuk gigih dalam mencari terobosan-terobosan agar bisa mendarma baktikan ilmu ke masyarakat dengan baik, tidak kalah dengan tenaga-kerja luar negeri.


Mempersiapkan diri menghadapi pasar bebas, kampus UIN Sunan Kalijaga sudah sedini mungkin membekali seluruh mahasiswa dengan 2 ketrampilan(soft skill)pendukung berupalanguage skill(bahasa Arab dan Bahasa Inggris), dan penguasaan teknologi informasi dengan baik, serta pengalaman di dunia organisasi mahasiswa,baik organisasi baik intra maupun ekstra kurikuler. Sehingga bekalnya sudah sangat cukup untuk berkompetisi dalam dunia kerja profesional, baik di dalam maupun di luar negeri. Musa Asy’arie berharap, dalam situasi persaingan global yang semakin ketat, seluruh lulusan UIN Sunan Kalijaga memiliki kreatifitas dan mobilitas yang tinggi, serta punya semangat pantang menyerah.


Hal tersebut disampaikan Musa Asy’arie selesai mewisuda sarjana baru UIN Sunan Kalijaga. Pada wisuda periode II tahun akademik 2013/2014 kali ini, UIN Sunan Kalijaga melakukan wisuda 2 kali. Wisuda pertama dilakukan Sabtu, 5 April 2014, dengan jumlah wisudawan 416 orang. Wisuda kedua dilakukan Minggu, 6 April 2014, dengan jumlah wisudawan 381 orang. Jadi total jumlah wisudawan 797 orang. Dengan demikian, sampai wisuda kali ini, jumlah alumni UIN Sunan Kalijaga adalah 43.283 orang, 374 orang diantaranya bergelar Doktor dan 2.657 orang bergelar Magister. Dari sejmlah 416 yang diwisuda Sabtu, 5 April, 4 orang wisudawan berhasil menjadi lulusan terbaik dan tercepat, yakni: Toyyib Alamsyah dari Prodi Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dengan IPK 3,76, Chichi Aisyatud Da’watiz Zahroh dari Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan dengan IPK 3,82, Norma Latif Fitriyani dari Prodi Teknik Informatika, Fakultas Sains dan Teknologi, Mu’ammar Zayn Qadafy, S. Th.I dari Prodi Agama dan Filsafat, Program Pascasarjana, dengan IPK 3,83. Sementara dari jumlah 381 orang yang diwisuda Minggu, 6 April, juga 4 orang yang berhasil menjadi lulusan terbaik dan tercepat. Yakni : Mustafa Kamal dari Prodi Sastra Inggris, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya dengan IPK 3,82, Cholida Hanum dari Prodi Siyasah, Fakultas Syari’ah dan Hukum, dengan IPK 3,94, Halimatus Sa’diyah dari Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, dengan IPK 3,87, Anisa Tirta Kusuma Sari dari Prodi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, dengan IPK 3,82. Berhasil meraih predikat wisudawan berprestasi dengan lulus terbaik tercepat pada wisuda periode II kali ini adalah Chichi ‘Aisyatud Da’watiz Zahroh, dengan lama studi 3 tahun 2 bulan 20 hari.


Dalam sambutannya lebih lanjut, Musa Asy’arie menyampaikan, salah satu siasat untuk merespon persaingan global adalah mengembangkan entrepreneurship. Oleh karen itu, UIN Sunan Kalijaga terus menerus mendorong lulusan UIN Sunan Kalijaga untuk menekuni dunia entrepreneurship. Salah satu upaya kampus UIN agar lulusan UIN Sunan Kalijaga membangun kultur wira usaha adalah dengan mengirimkan banyak bahasiswa UIN Sunan Kalijaga untuk magang di berbagai lembaga wira usaha di Yogyakarta . Disamping itu, untuk terus memacu kualitas lulusan yang berkelanjutan, saat ini UIN Sunan Kalijaga telah mempersiapkan diri menujuWorld Class University(WCU) dengan membentuk tim yang menyusun road map menuju WCU. Tim tersebut menyiapkan proposal akademik WCU UIN Sunan Kalijaga dan telah diajukan ke Kementerian Agama RI untuk mendapatkan persetujuan. sebagai PTAIN tertua di Indonesia , mimpi untuk menjadi WCU ini didasarkan adanya sejumlah modal utama yang dimiliki UIN Sunan Kalijaga. Diantaranya SDM pengajar profesional yang sebagian besar telah mencapai gelar guru besar dan doktor. Lulusan luar negeri. UIN Sunan Kalijaga memiliki banyak akademisi yang kepakarannya telah diakui dunia internasional diantaranya dari PBB, UIN Sunan Kalijaga memiliki banyak peneliti yang berpengalaman di dunia internasional dan UIN Sunan Kalijaga merupakan satu-satunya PTAI yang memiliki jurnal internasional yang terindeks di Scopus. Modal lainnya adalah, banyak perguruan tinggi asing yang telah melakukan kerjasama dengan UIN Sunan Kalijaga. Baru baru ini perguruan tinggi terkemuka di Pakistan yakni, International Islamic University (IIU) Islamabad juga menggandeng UIN Sunan Kalijaga, bekerjasama di bidang peningkatan akademik, penelitian ilmiah, pertukaran dosen dan mahasiswa. Modal lain untuk menjadi WCU adalah saat ini sudah banyak mahasiswa dari luar negeri diantaranya dari Malaysia , Thailand , Rusia dan Filipina, demikian papar Musa Asy’arie.


Kepada para wisudawan, Musa Asy’arie berpesan agar menjadi sarjana muslim yang berakhlakul karimah yang membanggakan almamater, memiliki sikap moral dan etika yang luhur, serta religiusitas yang tinggi, selalu menggelorakan nilai-nilai humanis, egaliter dan multikulturalisme yang bersumber dari ajaran Islam, demikian harap Musa Asy’arie.



Sumber : http://uin-suka.ac.id/index.php/page/berita/detail/842/uin-sunan-kalijaga-wisuda-797-orang-sarjana

Minggu, 27 April 2014

Lagu Mahasiswa

Buruh Tani

buruh tani mahasiswa rakyat miskin kota
bersatu padu rebut demokrasi
gegap gempita dalam satu suara
demi tugas suci yang mulia

hari hari esok adalah milik kita
terciptanya masyarakat sejahtera
terbentuknya tatanan masyarakat
indonesia baru tanpa orba

marilah kawan mari kita kabarkan
di tangan kita tergenggam arah bangsa
marilah kawan mari kita nyanyikan
sebuah lagu tentang pembebasan

di bawah kuasa tirani
kususuri garis jalan ini
berjuta kali turun aksi
bagiku satu langkah pasti

berjuta kali turun aksi
bagiku satu langkah pasti
bagiku satu langkah pasti




Darah Juang

Disini negri kami
Tempat padi terhampar
Samudranya kaya raya
Tanah kami subur tuan…
Dinegri permai ini
Berjuta Rakyat bersimbah rugah
Anak buruh tak sekolah
Pemuda desa tak kerja…
Mereka dirampas haknya Tergusur dan
lapar bunda relakan darah juang kami
tuk membebaskan rakyat…
Mereka dirampas haknya Tergusur dan
lapar bunda relakan darah juang kami
pada mu kami berjanji…




Selasa, 22 April 2014

SEJARAH SINGKAT UIN SUKA YOGYAKARTA


Universitas Islam Negeri (UIN)Sunan Kalijaga Yogyakarta lahir sebagai kelanjutan dari Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN), Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA), dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN).
Kelahirannya bertujuan untuk menggali ajaran Islam dan mengembangkan khazanah rohaniah bangsa sebagai prosesperjuangan rakyat Indonesia dan ikut serta dalam mengisi serta mewujudkan cita-cita Kemerdekaan RI, yaitu untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
UIN Sunan Kalijaga sebagai lembaga Pendidikan Tinggi Agama Islam (PTAI) menyadari universalitas Islam harus menerima kenyataan pluralisme bangsa dan proses globalisasi di tengah pergaulan internasional. Kenyataan ini menuntut UIN Sunan Kalijaga bertanggung jawab secara moral dan akademik untuk mengkaji Islam; menyebarkan perdamaian dan mengkomunikasikannya ke seluruh masyarakat dunia melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi; dan
memberdayakan sumber daya manusia yang ahli dalam Ilmu Agama Islam, beriman, dan bertakwa.

Sejak Tahun Akademik 1983/1984 UIN Sunan Kalijaga merintis pendidikan formal bagi para sarjana yang ingin memperoleh gelar Magister dan Doktor. Rintisan ini berdasarkan Keputusan Menteri Agama No. 26 tahun 1983 yang ditetapkan kembali dengan Keputusan Menteri Agama No. 208 Tahun 1997 dan Keputusan Menteri Agama No. 95 Tahun 1999. Pada Tahun Akademik 1985/1986 untuk pertama kalinya Program Pascasarjana melahirkan lulusan Magister dan mulai saat itu pula dilaksanakan kegiatan perkuliahan Program Doktor (S3).

Pendidikan formal ini pada mulanya disebut Fakultas Pascasarjana dan Pendidikan Doktor IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Selanjutnya, untuk pertama kalinya dekan fakultas Pascasarjana dan Pendidikan Doktor dijabat oleh Rektor IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, H. Zaini Dahlan, M.A. Tidak berapa lama menjabat dekan, H. Zaini Dahlan, M.A. diangkat pemerintah RI sebagai Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama. Selanjutnya, jabatan dekan Fakultas Pascasarjana dan Pendidikan Doktor dilimpahkan kepada Prof. Dr. Hj. Zakiah Daradjat.

Pada perkembangan selanjutnya, nama Fakultas Pascasarjana dan Pendidikan Doktor diubah menjadi Program Pascasarjana yang dipimpin oleh seorang direktur. Untuk pertama kalinya, jabatan Direktur Program Pascarjana IAIN Sunan Kalijaga ini dijabat oleh Prof. Dr. H. Nourouzzaman Shiddiqi, M.A. Namun tanggal 16 Juli 1999 beliau wafat. Selanjutnya, Pejabat Direktur Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga dirangkap oleh Rektor IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. H. M. Atho Mudzhar, berdasarkan pada Keputusan Rektor IAIN Sunan Kalijaga, Nomor: 198/Ba.0/A/1999.

Selanjutnya, pada tahun berikutnya tanggal 7 Februari 2000, Prof. Dr. Faisal Ismail, M.A. ditetapkan sebagai Direktur Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga yang baru, berdasarkan pada Keputusan Rektor IAIN Sunan Kalijaga, Nomor: 21/Ba.0/A/2000. Setelah empat bulan menjabat Direktur, beliau diangkat oleh Presiden R.I. sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Agama Departemen Agama di Jakarta.

Sesuai dengan Penjelasan Pasal 54 ayat (1) Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 1999, mulai tanggal 12 Juni 2000, dengan SK Rektor, Pjs. Direktur Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga dirangkap oleh Pembantu Rektor I, Prof. Dr. H. M. Amin Abdullah, berdasarkan Keputusan Rektor IAIN Sunan Kalijaga, Nomor: 91/Ba.0/A/2000.


Dengan terpilihnya Prof. Dr. H. M. Amin Abdullah sebagai Rektor IAIN Sunan Kalijaga, berdasarkan keputusan Rektor Nomor 115/Ba.0/A/2002, terhitung sejak tanggal 22 Maret 2002, Direktur Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga dijabat oleh Prof. Dr. H. Musa Asy’arie.
Sebelum masa jabatannya berakhir, Prof. Dr. H. Musa Asy’arie diangkat sebagai Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Sosial Budaya dan Peran Masyarakat, beradasarkan pada Keputusan Presiden RI Nomor 81/M Tahun 2005 tanggal 23 Mei 2005. Selanjutnya, masa antara tahun 2005 hingga 2006, Pejabat Direktur Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga dijabat oleh Prof. Dr. H. Machasin, M.A., berdasarkan pada Keputusan Rektor UIN Sunan Kalijaga, Nomor: 218/Ba.0/A/2005.

Selanjutnya, terhitung sejak tanggal 17 Juli 2006 hingga tahun 2010 Direktur Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga dijabat oleh Prof. Dr. H. Iskandar Zulkarnain. Hal ini berdasarkan pada Keputusan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Nomor: 312/Ba.0/A/2006.

Mulai tahun 2001/2002 Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga menerapkan Kurikulum Terpadu S2/S3. Sistem yang dipakai penuh, setiap mahasiswa bebas memilih matakuliah yang ditawarkan dengan memenuhi jumlah SKS yang telah ditetapkan. Seiring dengan transformasi UIN berdasarkan Keppres No. 50 tanggal 21 Juni 2004, lembaga ini juga berubah menjadi Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.


Senin, 14 April 2014

5 Kehidupan Mahasiswa Baru yang Akan Berubah Ketika Jadi Mahasiswa Lama

Kita semua pasti tau dan merasakan sendiri, bahwasanya setiap waktu yang berjalan akan mengubah kehidupan secara sadar atau gak sadar. Dari mulai lahir, balita, remaja, dewasa, hingga lansia. Semua berputar.

Begitu pula dengan kuliah, mungkin kamu-kamu yang Maba (Mahasiswa baru) masih menjalani transisi dan adaptasi kebiasaan dari SMA ke mahasiswa. Kamu sedang mencerna ilmu kuliah dan ilmu kehidupan, setiap semester yang nantinya terlewati dan setiap kejadian yang kamu lalui, akan ada perubahan kehidupan dalam status kamu sebagai mahasiswa.

Dan berikut ini adalah aspek kehidupan mahasiswa baru yang kelak akan berubah seiring waktu mereka menjadi mahasiswa lama...

Rajinnya

Kamu-kamu yang MABA pasti lagi semangat banget nih menjalani awal perkuliahan, itu bagus banget kalo bisa dipertahanin. Datang ke kampus pagi-pagi buta, saking rajinnya kamu dateng sebelum gerbang kampus belum dibuka, terus bangunin satpam kampus yang masih tidur. Ya gak serajin itu juga sih.

Seiring berjalannya waktu kamu jadi mahasiswa lama, pasti akan ada perubahan tingkat kerajinan kamu. Yang tadinya semangat banget kuliah jadi ogah-ogahan, tugas yang tadinya rajin dikerjain ditunda-tunda sampe deadline lewat. Tapi, ada satu hal yang masih bikin kamu tetep rajin: rajin titip absen.

Geng

Saat perkuliahan baru dimulai kamu pasti kenal banyak temen baru. Nah, di momen seperti ini kamu gunakan buat nyari temen yang klop. Semisal sekelas ada 40 mahasiswa, paling sekitar 5-7 orang yang klop sama kamu. Di semester awal kuliah juga kamu lagi sering-seringnya bareng sama mereka dan membentuk geng.

Beda hal pas udah jadi mahasiswa lama, ketika tugas mulai banyak, aktivitas jadi makin sibuk. Intensitas ngumpul sama temen-temen geng pun jadi berkurang, bahkan jadi jarang. Dan, paling cuma beberapanya aja yang masih bareng sama kamu dari awal kuliah sampe sekarang. Bahkan dalam beberapa kasus, temen ketika masa awal kuliah, sama temen pas lulus kadang beda.

UKM
Setiap fakultas pasti ada beberapa UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), nah biasanya saat awal-awal kuliah ada UKM tersebut yang ngerekrut anggota baru. Di situ kamu memilih mau masuk ke UKM yang mana sesuai minat kamu dan belajar berorganisasi.

Ketika udah jadi mahasiswa lama otomatis kamu jadi senior, kamu ngerasain banyak perubahan. Yang dulunya kamu dibimbing sama senior UKM, sekarang kamu jadi senior dan membimbimg para junior yang masuk di UKM kamu, sampai nantinya serah terima jabatan berlangsung.

Atau buat kamu yang males-males, paling ya di masa awal kuliah masih rajin ikut UKM, makin ke sini makin jarang datang karena kesibukan ngerjain tugas datang bertubi-tubi.

Mengenal Sifat Temen

Setiap orang punya sifat yang berbeda-beda, begitu juga teman di kampus. Awal-awal kuliah biasanya sih yang dikeluarin sifat yang bagusnya aja, yang baik dan ramah banget orangnya, yang gak pelit ngasih contekan catatan materi, yang ngajak nongkrong dan ngumpul di kost.

Saat kuliah udah mulai mendekati akhir, khususnya pas skripsi, kamu bakal ngeliat sifat asli mereka. Yang baik dan ramah mungkin aja jadi cuek dan jutek, yang gak pelit ngasih contekan jadi pelit banget, dan yang ngajak nongkrong dan ngumpul malah gak ada kabarnya.

Tapi, saat-saat inilah kamu akan melihat siapa temen yang bener-bener temen dan mana yang sekadar temen. Pas jadi mahasiswa angkatan tua, bisa jadi semuanya terbalik, yang tadinya kamu gak kenal sama beberapa temen eh malah jadi akrab dan malah mereka yang ngebantuin kamu nyelesain kuliah. Yup, that’s life.

Cara Berpikir


Kamu akan ngerasain sendiri perubahan cara berpikir kamu dari zamannya jadi Maba sampe jadi mahasiswa lama, kalo gak berubah mah itu sih kamunya aja yang belegug. Dari waktu ke waktu yang udah dilalui, pastinya kamu bakal banyak belajar dari ilmu yang kamu dapet dan itu mengubah cara berpikir kamu (semoga) menjadi semakin dewasa.


Sumber : http://www.nyunyu.com/main-article/detail/5-kehidupan-mahasiswa-baru-yang-akan-berubah-ketika-jadi-mahasiswa-lama#.U1YRo_l_vlw

Total Tayangan Halaman

Popular Posts