Sebuah blog yang berisi semua tentang perjuangan ngampus, perjuangan anak kos, informatics, teknologi, islami, info-info menarik dan masih banyak yang lainnya :D kunjungi terus blog ini gan !!! -------------------------------------------------------- Blog ini 90% Copy Paste dan 10% Tulisan Sendiri !

Tampilkan postingan dengan label UIN SUKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UIN SUKA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Desember 2014

33 Fakta Menarik Tentang Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga



Pelajar yang bercita-cita melanjutkan kuliahnya di perguruan tinggi Islam kemungkinan besar akan memasukan universitas ini dalam daftar tujuan perguruan tingginya. Universitas yang terletak di Jalan Laksda Adisucipto No. 1 ini juga merupakan salah satu perguruan tinggi favorit di Yogyakarta. Untuk mengetahui lebih detail mengenai universitas ini, mari disimak fakta-fakta menariknya.






1. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga atau yang biasa disingkat UIN Suka ini didirikan pada tanggal 26 September 1951 dan merupakan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) pertama di Indonesia.

2. Nama universitas ini diambil dari salah satu kelompok penyebar agama Islam di Pulau Jawa, Walisongo, yaitu Sunan Kalijaga.

3. Universitas ini terletak di dekat perbatasan antara Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.

4. Pembentukan universitas ini tidak terlepas dari proses Penegerian Fakultas Agama Universitas Islam Indonesia (UII) menjadi Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) pada tahun 1950.

5. PTAIN diresmikan pada tanggal 26 September 1951—dan menjadi hari lahir UIN Sunan Kalijaga.

6. Pada periode 1951 hingga 1960, terjadi peleburan antara PTAIN dan ADIA dan terbentuklah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dengan nama al-Jami’ah al-Islamiyah al-Hukumiyah.

7. IAIN diresmikan pada tanggal 24 Agustus 1960.

8. Pada periode 1960 hingga 1972—yang disebut sebagai Periode Peletakan Landasan—terjadi pemisahan IAIN yang berpusat di Yogyakarta dan Jakarta.

9. Pada tanggal 1 Juli 1965 IAIN Yogyakarta berganti nama menjadi IAIN Sunan Kalijaga berdasarkan Keputusan Menteri Agama No. 26 Tahun 1965.

10. Pada awal didirikan, IAIN Sunan Kalijaga ini masih menganut sistem pendidikan yang bersifat bebas karena mahasiswa diberi kesempatan untuk maju ujian setelah mereka benar-benar merasa siap.

11. Materi kurikulum yang digunakan IAIN Sunan Kalijaga pada waktu itu masih mengacu pada kurikulum Timur Tengah (Universitas Al-Azhar di Mesir) yang telah dikembangkan pada masa PTAIN.

12. Pada Periode Peletakan Landasan Akademik yang berlangsung antara tahun 1972 dan 1996, pembangunan sarana prasarana fisik kampus meliputi pembangunan gedung Fakultas Dakwah, Perpustakaan, Program Pascasarjana, dan Rektorat.

13. Pada Periode Peletakan Landasan Akademik, sistem pendidikan yang digunakan mulai bergeser dari sistem liberal ke sistem terpimpin dengan sistem semester semu dan akhirnya sistem kredit semester murni.

14. IAIN Sunan Kalijaga telah melakukan penyesuaian yang radikal dengan kebutuhan nasional bangsa Indonesia.

15. Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga mulai dibuka pada tahun akademik 1983/1984.

16. Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga diawali dengan kegiatan-kegiatan akademik dalam bentuk short courses on Islamic studies dengan nama Post Graduate Course (PGC) dan Studi Purna Sarjana (PPS) yang diselenggarakan tanpa pemberian gelar setingkat Master.

17. Pembukaan program Pascasarjana ini telah mengukuhkan fungsi IAIN Sunan Kalijaga sebagai lembaga akademik tingkat tinggi setingkat di atas Program Strata Satu.

18. Di bawah kepemimpinan Prof. Dr. HM. Atho Mudzhar (1997-2001), para dosen dalam jumlah yang besar didorong untuk melanjutkan studinya—untuk tingkat S2 dan S3, baik di dalam maupun luar negeri. Beliau juga melakukan peningkatan sumber daya manusia bagi tenaga administratif demi peningkatan kualitas manajemen dan pelayanan administrasi akademik.

19. Berdasarkan Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2004, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga berganti nama menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan kalijaga pada tanggal 21 Juli 2004.


20. Perubahan nama IAIN Sunan Kalijaga menjadi UIN Sunan Kalijaga membuat Periode Pengembangan Kelembagaan (2001-2010) disebut juga sebagai Periode Transformasi.






21. UIN Sunan Kalijaga melakukan deklarasinya pada tanggal 14 Oktober 2004.


22. Perubahan Institut menjadi Universitas dilaksanakan untuk mencanangkan sebuah paradigma baru dalam melihat dan melakukan studi terhadap ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum, yaitu paradigma Integrasi Interkoneksi.


23. UIN Sunan kalijaga berupaya untuk mendialogkan hadlarah an-nas, hadlarah al-ilm, dan hadlarah al-falsafah (manusia, ilmu, dan filsafat) secara terbuka dan intensif.


24. UIN Sunan Kalijaga memiliki visi untuk menjadi universitas yang unggul dan terkemuka dalam pemaduan dan pengembangan studi keislaman dan keilmuan bagi peradaban.


25. Logo UIN Sunan Kalijaga yang bisa kita lihat sekarang merupakan bentuk pembaruan sejak tahun 2010.


26. Bentuk dasar logo yang sekarang adalah bunga matahari dengan satu tangkai dan dua lembar daun. Kelopak bunga dibentuk dalam bentuk ornamen klasik bercorak Islam. Helai daun sebelah kiri merupakan visualisasi huruf “U”, tangkainya huruf “I”, dan daun sebelah kanan huruf “N” sehingga dibaca “U-I-N”.


27. Logo bercorak bunga yang menyerupai jaring laba-laba merupakan bentuk kesalingterikatan dan keterhubungan antara sains dan agama yang terpatri dalam ikon mozaik pada dinding luar bangunan UIN. Bentuk ini diambil dari ornamen pada dinding Istana Alhambra masa Khalifah Bani Umayah di Granada, Spanyol.


28. Seni ornamen pada dinding Istana Alhambra yang memberi banyak pengaruh bagi bangunan di Timur dan Barat ini sesuai dengan visi dan misi UIN yang ingin menepis pemisahan keilmuan menuju integrasi dan interkoneksi bidang keilmuan menuju keunggulan peradaban.


29. Visual bunga dalam logo dipilih karena merupakan simbol keindahan, keharuman, keserasian, keseimbangan, dan kebaikan. Hal ini menunjukkan cita-cita UIN untuk selalu membawa kesejukan dan keindahan bagi lingkungan sekitar serta keharuman dalam memainkan seluruh kiprahnya.


30. Untuk mengetahui bagaimana kehidupan mahasiswa di UIN Sunan Kalijaga, kita bisa menonton sebuah film berjudul “Pena” yang dapat diunduh di situs resmi UIN Sunan Kalijaga.


31. Untuk menunjang proses belajar dan mengajar, UIN menyediakan mahasiswa dan para karyawannya berbagai fasilitas yang memadai, seperti masjid, perpustakaan, laboratorium, poliklinik, pascasarjana, pusat administrasi, pusat komputer, pusat penelitian, kelas teatrikal, pusat mahasiswa, multipurpose, gedung olahraga, pusat pelayanan kampus, pusat bahasa dan budaya, University Club House, penerbitan, taman kanak-kanak,, pusat pelatihan, dan aula dosen.


32. Mahasiswa dapat melakukan proses belajar mengajar di gedung-gedung baru dengan ruang dan media pembelajaran yang berbasis IT.


33. Kinerja mahasiswa selama berkuliah di UIN akan didukung dengan adanya anjungan-anjungan komputer, anjungan mesin absensi, peralatan laboratorium terpadu, peralatan sistem informasi terpadu, peralatan poliklinik, peralatan multimedia, laboratorium psikologi, laboratorium bahasa, dan sistem pelayanan perpustakaan dengan Electric Library Information Management System (ELIMS), dengan sistem pengodean RFID (Radio Frequency Identification) tercanggih di Indonesia.


Sumber : http://www.berkuliah.com/2014/08/33-fakta-menarik-tentang-universitas.html

Senin, 28 April 2014

UIN Sunan Kalijaga Wisuda 797 Orang Sarjana




Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. H. Musa Asy’arie mengatakan, tahun 2015 nanti, Indonesia memasuki era pasar bebasASEAN (ASEAN Free Trade Agreement).Era itu dibarengi keadaan negri ini yang surplus demografi (tenaga kerja usia produktif melimpah). Sementara saat ini telah banyak tenaga kerja asing yang menjadi ekspatriat ke Indonesia . Kondisi ini, tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi lulusan perguruan tinggi untuk gigih dalam mencari terobosan-terobosan agar bisa mendarma baktikan ilmu ke masyarakat dengan baik, tidak kalah dengan tenaga-kerja luar negeri.


Mempersiapkan diri menghadapi pasar bebas, kampus UIN Sunan Kalijaga sudah sedini mungkin membekali seluruh mahasiswa dengan 2 ketrampilan(soft skill)pendukung berupalanguage skill(bahasa Arab dan Bahasa Inggris), dan penguasaan teknologi informasi dengan baik, serta pengalaman di dunia organisasi mahasiswa,baik organisasi baik intra maupun ekstra kurikuler. Sehingga bekalnya sudah sangat cukup untuk berkompetisi dalam dunia kerja profesional, baik di dalam maupun di luar negeri. Musa Asy’arie berharap, dalam situasi persaingan global yang semakin ketat, seluruh lulusan UIN Sunan Kalijaga memiliki kreatifitas dan mobilitas yang tinggi, serta punya semangat pantang menyerah.


Hal tersebut disampaikan Musa Asy’arie selesai mewisuda sarjana baru UIN Sunan Kalijaga. Pada wisuda periode II tahun akademik 2013/2014 kali ini, UIN Sunan Kalijaga melakukan wisuda 2 kali. Wisuda pertama dilakukan Sabtu, 5 April 2014, dengan jumlah wisudawan 416 orang. Wisuda kedua dilakukan Minggu, 6 April 2014, dengan jumlah wisudawan 381 orang. Jadi total jumlah wisudawan 797 orang. Dengan demikian, sampai wisuda kali ini, jumlah alumni UIN Sunan Kalijaga adalah 43.283 orang, 374 orang diantaranya bergelar Doktor dan 2.657 orang bergelar Magister. Dari sejmlah 416 yang diwisuda Sabtu, 5 April, 4 orang wisudawan berhasil menjadi lulusan terbaik dan tercepat, yakni: Toyyib Alamsyah dari Prodi Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dengan IPK 3,76, Chichi Aisyatud Da’watiz Zahroh dari Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan dengan IPK 3,82, Norma Latif Fitriyani dari Prodi Teknik Informatika, Fakultas Sains dan Teknologi, Mu’ammar Zayn Qadafy, S. Th.I dari Prodi Agama dan Filsafat, Program Pascasarjana, dengan IPK 3,83. Sementara dari jumlah 381 orang yang diwisuda Minggu, 6 April, juga 4 orang yang berhasil menjadi lulusan terbaik dan tercepat. Yakni : Mustafa Kamal dari Prodi Sastra Inggris, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya dengan IPK 3,82, Cholida Hanum dari Prodi Siyasah, Fakultas Syari’ah dan Hukum, dengan IPK 3,94, Halimatus Sa’diyah dari Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, dengan IPK 3,87, Anisa Tirta Kusuma Sari dari Prodi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, dengan IPK 3,82. Berhasil meraih predikat wisudawan berprestasi dengan lulus terbaik tercepat pada wisuda periode II kali ini adalah Chichi ‘Aisyatud Da’watiz Zahroh, dengan lama studi 3 tahun 2 bulan 20 hari.


Dalam sambutannya lebih lanjut, Musa Asy’arie menyampaikan, salah satu siasat untuk merespon persaingan global adalah mengembangkan entrepreneurship. Oleh karen itu, UIN Sunan Kalijaga terus menerus mendorong lulusan UIN Sunan Kalijaga untuk menekuni dunia entrepreneurship. Salah satu upaya kampus UIN agar lulusan UIN Sunan Kalijaga membangun kultur wira usaha adalah dengan mengirimkan banyak bahasiswa UIN Sunan Kalijaga untuk magang di berbagai lembaga wira usaha di Yogyakarta . Disamping itu, untuk terus memacu kualitas lulusan yang berkelanjutan, saat ini UIN Sunan Kalijaga telah mempersiapkan diri menujuWorld Class University(WCU) dengan membentuk tim yang menyusun road map menuju WCU. Tim tersebut menyiapkan proposal akademik WCU UIN Sunan Kalijaga dan telah diajukan ke Kementerian Agama RI untuk mendapatkan persetujuan. sebagai PTAIN tertua di Indonesia , mimpi untuk menjadi WCU ini didasarkan adanya sejumlah modal utama yang dimiliki UIN Sunan Kalijaga. Diantaranya SDM pengajar profesional yang sebagian besar telah mencapai gelar guru besar dan doktor. Lulusan luar negeri. UIN Sunan Kalijaga memiliki banyak akademisi yang kepakarannya telah diakui dunia internasional diantaranya dari PBB, UIN Sunan Kalijaga memiliki banyak peneliti yang berpengalaman di dunia internasional dan UIN Sunan Kalijaga merupakan satu-satunya PTAI yang memiliki jurnal internasional yang terindeks di Scopus. Modal lainnya adalah, banyak perguruan tinggi asing yang telah melakukan kerjasama dengan UIN Sunan Kalijaga. Baru baru ini perguruan tinggi terkemuka di Pakistan yakni, International Islamic University (IIU) Islamabad juga menggandeng UIN Sunan Kalijaga, bekerjasama di bidang peningkatan akademik, penelitian ilmiah, pertukaran dosen dan mahasiswa. Modal lain untuk menjadi WCU adalah saat ini sudah banyak mahasiswa dari luar negeri diantaranya dari Malaysia , Thailand , Rusia dan Filipina, demikian papar Musa Asy’arie.


Kepada para wisudawan, Musa Asy’arie berpesan agar menjadi sarjana muslim yang berakhlakul karimah yang membanggakan almamater, memiliki sikap moral dan etika yang luhur, serta religiusitas yang tinggi, selalu menggelorakan nilai-nilai humanis, egaliter dan multikulturalisme yang bersumber dari ajaran Islam, demikian harap Musa Asy’arie.



Sumber : http://uin-suka.ac.id/index.php/page/berita/detail/842/uin-sunan-kalijaga-wisuda-797-orang-sarjana

Selasa, 22 April 2014

SEJARAH SINGKAT UIN SUKA YOGYAKARTA


Universitas Islam Negeri (UIN)Sunan Kalijaga Yogyakarta lahir sebagai kelanjutan dari Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN), Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA), dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN).
Kelahirannya bertujuan untuk menggali ajaran Islam dan mengembangkan khazanah rohaniah bangsa sebagai prosesperjuangan rakyat Indonesia dan ikut serta dalam mengisi serta mewujudkan cita-cita Kemerdekaan RI, yaitu untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
UIN Sunan Kalijaga sebagai lembaga Pendidikan Tinggi Agama Islam (PTAI) menyadari universalitas Islam harus menerima kenyataan pluralisme bangsa dan proses globalisasi di tengah pergaulan internasional. Kenyataan ini menuntut UIN Sunan Kalijaga bertanggung jawab secara moral dan akademik untuk mengkaji Islam; menyebarkan perdamaian dan mengkomunikasikannya ke seluruh masyarakat dunia melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi; dan
memberdayakan sumber daya manusia yang ahli dalam Ilmu Agama Islam, beriman, dan bertakwa.

Sejak Tahun Akademik 1983/1984 UIN Sunan Kalijaga merintis pendidikan formal bagi para sarjana yang ingin memperoleh gelar Magister dan Doktor. Rintisan ini berdasarkan Keputusan Menteri Agama No. 26 tahun 1983 yang ditetapkan kembali dengan Keputusan Menteri Agama No. 208 Tahun 1997 dan Keputusan Menteri Agama No. 95 Tahun 1999. Pada Tahun Akademik 1985/1986 untuk pertama kalinya Program Pascasarjana melahirkan lulusan Magister dan mulai saat itu pula dilaksanakan kegiatan perkuliahan Program Doktor (S3).

Pendidikan formal ini pada mulanya disebut Fakultas Pascasarjana dan Pendidikan Doktor IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Selanjutnya, untuk pertama kalinya dekan fakultas Pascasarjana dan Pendidikan Doktor dijabat oleh Rektor IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, H. Zaini Dahlan, M.A. Tidak berapa lama menjabat dekan, H. Zaini Dahlan, M.A. diangkat pemerintah RI sebagai Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama. Selanjutnya, jabatan dekan Fakultas Pascasarjana dan Pendidikan Doktor dilimpahkan kepada Prof. Dr. Hj. Zakiah Daradjat.

Pada perkembangan selanjutnya, nama Fakultas Pascasarjana dan Pendidikan Doktor diubah menjadi Program Pascasarjana yang dipimpin oleh seorang direktur. Untuk pertama kalinya, jabatan Direktur Program Pascarjana IAIN Sunan Kalijaga ini dijabat oleh Prof. Dr. H. Nourouzzaman Shiddiqi, M.A. Namun tanggal 16 Juli 1999 beliau wafat. Selanjutnya, Pejabat Direktur Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga dirangkap oleh Rektor IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. H. M. Atho Mudzhar, berdasarkan pada Keputusan Rektor IAIN Sunan Kalijaga, Nomor: 198/Ba.0/A/1999.

Selanjutnya, pada tahun berikutnya tanggal 7 Februari 2000, Prof. Dr. Faisal Ismail, M.A. ditetapkan sebagai Direktur Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga yang baru, berdasarkan pada Keputusan Rektor IAIN Sunan Kalijaga, Nomor: 21/Ba.0/A/2000. Setelah empat bulan menjabat Direktur, beliau diangkat oleh Presiden R.I. sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Agama Departemen Agama di Jakarta.

Sesuai dengan Penjelasan Pasal 54 ayat (1) Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 1999, mulai tanggal 12 Juni 2000, dengan SK Rektor, Pjs. Direktur Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga dirangkap oleh Pembantu Rektor I, Prof. Dr. H. M. Amin Abdullah, berdasarkan Keputusan Rektor IAIN Sunan Kalijaga, Nomor: 91/Ba.0/A/2000.


Dengan terpilihnya Prof. Dr. H. M. Amin Abdullah sebagai Rektor IAIN Sunan Kalijaga, berdasarkan keputusan Rektor Nomor 115/Ba.0/A/2002, terhitung sejak tanggal 22 Maret 2002, Direktur Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga dijabat oleh Prof. Dr. H. Musa Asy’arie.
Sebelum masa jabatannya berakhir, Prof. Dr. H. Musa Asy’arie diangkat sebagai Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Sosial Budaya dan Peran Masyarakat, beradasarkan pada Keputusan Presiden RI Nomor 81/M Tahun 2005 tanggal 23 Mei 2005. Selanjutnya, masa antara tahun 2005 hingga 2006, Pejabat Direktur Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga dijabat oleh Prof. Dr. H. Machasin, M.A., berdasarkan pada Keputusan Rektor UIN Sunan Kalijaga, Nomor: 218/Ba.0/A/2005.

Selanjutnya, terhitung sejak tanggal 17 Juli 2006 hingga tahun 2010 Direktur Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga dijabat oleh Prof. Dr. H. Iskandar Zulkarnain. Hal ini berdasarkan pada Keputusan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Nomor: 312/Ba.0/A/2006.

Mulai tahun 2001/2002 Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga menerapkan Kurikulum Terpadu S2/S3. Sistem yang dipakai penuh, setiap mahasiswa bebas memilih matakuliah yang ditawarkan dengan memenuhi jumlah SKS yang telah ditetapkan. Seiring dengan transformasi UIN berdasarkan Keppres No. 50 tanggal 21 Juni 2004, lembaga ini juga berubah menjadi Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.


Total Tayangan Halaman

Popular Posts